Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Topik kita kali ini adalah Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!. Dalam membuka membuka usaha butuh sebagian pertimbangan supaya mencapai keberhasilan. Selain memastikan macam dan lokasi usaha serta sumber kekuatan manusia dan modal masih dibutuhkan yang lainnya.

Memahami Tiga Pertimbangan  Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Pertimbangan yang lainnya dalam membuka bisnis atau usaha di antaranya :

1. Segmentation, Targeting dan Positioning (STP)

Setelah selesai menetapkan tipe usaha yang akan kita lakukan dan modal yang dibutuhkan telah tersedia, karenanya perlu kita pikirkan mengenai STP. Kira-kira dialamatkan kepada siapa produk yang kita hasilkan (jual) itu? Target spesifiknya seperti apa, siapa dan bagaimana kita meyakinkan pasar supaya produk hal yang demikian bisa diterima, diminati dan laris manis? Jawaban atas aneka pertanyaan tersebut akan mudah terjawab sesudah dilaksanakan perencanaan STP yang bagus.

Mari kita ambilkan contoh simpel. Ketika seseorang mendirikan usaha garmen, pasti di benak orang tersebut ada keinginan usaha garmennya sukses. Namun bagaimana caranya? Apa yang akan diproduksi dan dipasarkannya? Bila baju, baju buat siapa? Anak-buah hati, remaja, dewasa, orang tua, cewek, cowok atau lainnya?

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Segmentation dan Targeting

Pada ketika orang tersebut memutuskan untuk memproduksi atau memasarkan pakaian wanita, orang hal yang demikian dikatakan sudah melaksanakan segmentasi. Membagi Pasar (produk) yang semacam itu luas dan heterogen menjadi lebih simple (homogen). Dari garmen untuk pria dan wanita menjadi garmen wanita.

Sekarang pertanyaannya adalah wanita yang bagaimana yang akan dituju? Apakah si kecil- anak, ABG, dewasa atau orang tua? Wanita kelas atas, menengah atau bawah? Wanita yang penghasilannya berapa, tingkat pendidikannya yang bagaimana, dan sebagainya?

Sekiranya diputuskan untuk memproduksi baju wanita ABG kalangan berduit dengan harga produk yang relatif tinggi serta figur yang modis, berarti targeting sudah ditetapkan. Targeting dapat diartikan sebagai usaha membagi pasar yang akan disantroni menjadi lebih fokus lagi. Diperbandingkan segmentasi, targeting lebih sempit lagi targetnya.

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Positioning

Meskipun positioning ialah usaha yang berkaitan dengan penanaman image produk (perusahaan) ke dalam benak konsumen. Ketika para ABG merasa memerlukan baju, pada saat yang sama itu juga mereka langsung teringat produk bikinan Anda atau teringat perusahaan (merk) Anda, berarti positioning yang Anda terapkan sukses.

Bila Anda membuka usaha rental VCD dan ketika orang berharap meminjam VCD langsung teringat rental Anda, berarti positioning yang Anda terapkan boleh dikatakan sukses. Demikian juga jikalau Anda membuka cafe, semacam itu jam makan tiba orang teringat resto Anda, hal itu berarti positioningnya sukses.

Positioning sangatlah penting dalam dunia bisnis karena jika Anda salah merajai pikiran konsumen atau membuat kekeliruan, dapat-dapat produk yang Anda jual dianggap kemahalan, berkwalitas rendah, produk kelas dua dan sebagainya. Menguasai benak konsumen sama saja dengan merajai minat seseorang, karena tiap orang membelanjakan uangnya atas sebuah produk apabila dia yakin produk hal yang demikian paling bagus di antara produk lain yang sejenis.

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Tak heran semacam itu besar dana yang disiapkan perusahaan besar dalam usaha memberi pengaruh benak konsumen ini. Salah satunya lewat media iklan promosi.

STP suatu produk mudah sekali dikenali dalam iklan sebuah produk bagus itu media cetak maupun elektronik. Iklan merupakan salah satu ujung tombak untuk menyukseskan STP.

2. Market dan Potential Market

Kita perlu mengerti perbedaan antara market dengan potential market karena tak seluruh orang akan membeli dan menerapkan produk kita. Market bisa diistilahkan seluruh orang yang sudah pasti membutuhkan produk yang kita jual (produksi). Walaupun potential market adalah orang yang memerlukan produk yang kita jual sekaligus mempunyai kesanggupan untuk membelinya.

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Kita kembali ke contoh usaha garmen tadi. Tiap-tiap wanita terutamanya ABG tentu memerlukan garmen (baju), apalagi jikalau diproduksi dengan desain yang bagus, modis dan harganya relatif murah. Sedangkan demikian berapa persenkah dari ABG tersebut yang mempunyai uang yang cukup untuk membelinya?

Bagaimana dengan opportunity cost yang terang-terang akan dikorbankan apabila harus membelanjakan uangnya pada garmen produksi kita? Tidak cukup sekedar mengetahui berapa banyak orang yang menyukai produk kita, melainkan juga harus mengetahui seberapa banyak dari mereka yang mempunyai kecakapan untuk mengonsumsi produk kita hal yang demikian. Karenanya animo masyarakat dalam launching sebuah produk tidaklah bisa dijadikan ukuran bakal suksesnya produk hal yang demikian.

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Menghitung potential market akan memudahkan pemakaian taktik, terutama strategi harga. Banyak orang yang usahanya gagal sebab menganggap market adalah target mereka, meskipun yang sepatutnya dibidik yaitu potential market. Semakin besar persentase potential market atas suatu produk maka kian besar kemungkinan produk hal yang demikian berhasil di pasar.

3. Marketing Mix

Dalam dunia bisnis, terpenting dunia pemasaran, dikenal istilah marketing mix (bauran pemasaran). Dimulai dari ide perencanaan hingga pemakaian empat unsur inti, yaitu product, price, place dan promotion (4P). Dalam perkembangan dan pemakaiannya di dunia bisnis sehari-hari rupanya 4P belumlah cukup.

Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!

Orang-orang bahkan berusaha menyempurnakan 4P tersebut dengan service (4P + S). Apabila persaingan telah habis-habisan dan mengalami kebuntuan dalam marketing mix, bersainglah melewati service. Berikan layanan yang lebih ramah, lebih pesat, ideal waktu, dan sebagainya.

Sebelum Anda menghasilkan atau menjual sebuah produk (barang atau jasa), tentunya Anda telah merencanakan sebuah marketing mix. Produk seperti apa yang akan dipasarkan, warnanya seperti apa, rasanya bagaimana, packagingnya seperti apa, beratnya berapa, jenisnya apa, bagaimana dengan harganya, promosinya, pendistribusiannya, dan sebagainya. Sangat banyak hal yang sepatutnya diperhitungkan secara baik.

Pertimbangan lainnya saat berkeinginan membuka bisnis ialah :

  • Analitik SWOT,
  • Prinsip AIDA+S,
  • Taktik penetapan harga,
  • Taktik penjualan
  • dan masih banyak lagi.

Demikian informasi tentang Memahami Tiga Pertimbangan Apabila Mengembangkan Sebuah Bisnis? Mengapa Tidak!, kami harap postingan kali ini mencerahkan kalian. Kami berharap artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *